Rampungkan Relokasi FRU Lumbung Dewata, PT PEL Dukung BMTH dan Pasokan Energi Bali
- 1 hari yang lalu
- 1 menit membaca

DENPASAR - PT Pelindo Energi Logistik (PEL) telah menyelesaikan relokasi Floating Regasification Unit (FRU) Lumbung Dewata dari Terminal LNG Benoa ke Terminal LNG Benoa Area Pengembangan 2 (AP 2) pada Selasa (11/8). Operasi pemindahan fasilitas ini berjalan aman sesuai dengan rencana dan persiapan yang telah dilakukan perusahaan.
Relokasi ini dilaksanakan guna mendukung kelancaran operasional Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), menciptakan keselarasan antara pengembangan pariwisata Bali dan pemanfaatan LNG sebagai sumber energi kelistrikan yang lebih ramah lingkungan.
FRU Lumbung Dewata merupakan infrastruktur strategis yang menyuplai kebutuhan gas bagi pembangkit listrik PLN (PLTDG Pesanggaran) di Bali, dengan kapasitas regasifikasi mencapai 41 MMSCFD (Million Metric Standard Cubic Feet per Day). Selain mendukung pengembangan BMTH, PT PEL berkomitmen penuh menjaga keandalan operasional FRU agar penyaluran pasokan gas ke PLTDg Pesanggaran tetap terjaga dengan aman, andal, dan optimal bagi kelistrikan di Pulau Bali.
Direktur Utama PT PEL, Jeffry Y. Priastono, menjelaskan bahwa infrastruktur ini memiliki peran krusial dalam ekosistem kelistrikan daerah. "FRU Lumbung Dewata merupakan bagian penting dari rantai pasok energi Bali.
Relokasi ini memastikan fasilitas tetap beroperasi optimal sekaligus mendukung pengembangan kawasan Benoa sebagai pusat pariwisata maritim modern," ujar Jeffry. Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT PEL berkomitmen untuk terus menjaga keandalan operasional logistik energi, memprioritaskan aspek keselamatan kerja, serta mendukung penuh program strategis penataan pelabuhan.




Komentar